
Bab 3
Pasangan Nikahku Bukan Gadis 2D (Bagian 2)
Kami terus berbicara selama sekitar satu jam.
Aku merasa tenggorokanku mulai kering, jadi aku menyeduh teh lagi dan meminum semuanya dalam satu tegukan.
“Ooh. Caramu minum sungguh luar biasa. “
“Tidak, itu hanya karena sudah lama sekali sejak aku tidak berbicara sebanyak ini.”
Biasanya, aku hanya berbicara sendiri di rumah. Di sekolah pun, aku membuat semua percakapanku sesingkat mungkin. Nah, kecuali Masa. Dia berbicara padaku tanpa henti pas di sekolah.
“Mungkin ini adalah pertama kalinya aku memiliki seseorang yang bisa dengan mudah kuajak bicara.”
Watanae-san tersenyum malu-malu saat dia merapikan rambut ponytailnya. Gerakannya yang lengah seperti itu membuat jantungku berdegup kencang.
“Oh iya, aku mau melihat seperti apa kamarmu, Sakata-kun. Aku penasaran, jenis manga dan barang apa yang kau miliki. “
“Tidak.”
Aku segera membuat X besar dengan tanganku. Pergi ke kamarku adalah ide yang buruk. Tidak peduli betapa asyiknya kami membicarakan hobi kami… aku benar-benar tidak bisa membawanya ke kamarku.
“Eeh!? Kok tidak?”
“Itu bukanlah sesuatu yang bisa kutunjukkan kepada orang lain.”
“Tidak apa-apa. Aku juga otaku. Aku mengerti kalau anak laki-laki tertarik pada… hal-hal semacam, yah kau pasti ngerti maksudku. Tapi, aku akan berusaha untuk tidak terlalu banyak menatap agar kita berdua tidak merasa tidak nyaman.”
“Apa yang kau bicarakan!? Aku akan mengatakan ini kalau-kalau kau salah paham, tapi aku tidak sedang membicarakan hal-hal 18+ di sini!”
“Eh, benarkah?”
Menurutnya kamar seperti apa yang kumiliki?
“Ini bukan tentang itu… Maksudku, itu karena Watanae-san adalah Yuuna-chan.”
“Aku kan memang Yuuna!”
“Tidak, bukan itu maksudku! Aku mengatakan bahwa kau sebenarnya Izumi Yuuna-chan.”
Aku menenangkan diri dan memikirkannya dengan hati-hati. Ya, Watanae Yuuka-san adalah Izumi Yuuna-chan. Dan Izumi Yuuna-chan adalah pengisi suara untuk Yuuna-chan dari Alice Stage.
“Memang benar aku adaah Izumi Yuuna, pengisi suara untuk Yuuna-chan. Aku juga yakin bahwa aku mengenal Yuuna-chan lebih baik dari siapapun di dunia ini. Tapi, apa hubungannya itu dengan tidak menunjukkan kamarmu...?”
“...Lebih baik dari... siapa pun di dunia ini...?” Entah bagaimana, bagian dari pernyataan Watanae-san itu benar-benar menggangguku. “Yah, kupikir aku lebih mengenal Yuuna-chan daripada dirimu.”
“Eh, kau benar-benar yakin tentang itu? Maksudku, aku adalah Yuuna-chan itu sendiri, tahu? Aku mengenal Yuuna-chan lebih baik dari siapapun, dan aku mencintai Yuuna-chan lebih dari siapapun di dunia ini.”
“Jangan meremehkan cintaku pada Yuuna-chan.”
Aku tahu kalau aku menjadi sangat keras kepala tentang hal ini. Tapi, ini adalah satu hal yang tidak bisa kukompromi.
Kau tidak bisa menyakiti mereka, dan mereka tidak bisa menyakitimu.
Itulah mengapa aku memutuskan kalau aku hanya akan menyukai gadis 2D. Dan di antara sejumlah besar gadis 2D, Yuuna-chan sangatlah berarti bagiku.
“Jika kau bilang begitu, maka akan menunjukkanmu kamarku. Kamar dari seorang pria yang akan menawarkan segalanya untuk Yuuna-chan!”
---
Beberapa menit kemudian.
Aku membuka pintu masuk ke kamarku.
Cahaya oranye matahari terbenam yang hangat bersinar masuk melalui tirai. Aku bisa mendengar suara burung gagak di kejauhan. Di sore hari yang begitu damai, Watanae-san masuk ke kamarku.
Di kamarku, hampir semua tempat dipenuhi dengan merchandise-nya Yuuna-chan.
Aku tahu, tepat di sampingku, Watanae-san terpesona melihat kamarku.
“Luar biasa… Lencana, gantungan kunci… bahkan figure?”
“Figure itu adalah edisi terbatas, jadi aku mendaftar dan membelinya pada hari yang sama saat itu dirilis.”
“Oh! Yang ini dari radio online.”
“Benar, itu handuk tangan dari Alice Stage! Aku membeli lima di antaranya.”
“Hmm? Poster Alice Stage ini...”
“...Y-ya.”
“Ini adalah poster yang dijual untuk karakter yang terpilih menjadi 11 Besar!”
“Itu poster yang bagus, kan?”
“Mmh, tapi... Yuuna belum begitu populer, jadi dia belum bisa berada di poster seperti ini.”
“Aku tau! Tapi aku juga suka seperti itu!”
“Tapi… bagaimana dengan Yuuna yang disini?”
“...Y-ya.”
Apa yang dia katakan tepat, jadi aku hanya menganggukkan kepalaku.
“Bagiku, Yuuna-chan adalah satu-satunya untukku. Itu sebabnya, aku mencetak gambar yang kutemukan di Internet dan mencoba membuatnya terlihat sebagus mungkin...”
“Ini dibuat dengan sangat baik. Dia menyatu dengan sangat baik sehingga tidak terasa tidak pada tempatnya... Aku terkejut.”
Ya, aku sadar bahwa orang normal tidak akan melakukan hal seperti ini. Tapi, aku tidak menyesalinya karena itu demi Yuuna. Melihatku, Watanae-san menghela nafas.
Kemudian…
“Yuuna-chan akan selalu berada di sisimu~ Jadi, kenapa kita tidak tersenyum bersama-sama~”
“...Eh!?”
Aku melihat ke arah Watanae-san saat tubuhku bergetar.
“B-barusan! Aku mendengar suara Yuuna-chan, kan!?”
“Kan sudah kubilang, aku adalah pengisi suaranya!”
Watanae-san mengangkat kacamatanya dan terlihat sedikit bangga saat mengatakan itu.
“Itu kalimat yang bagus, kan? Ini adalah kalimat pertama Yuuna, dan sekaligu kalimat favoritku.”
“...Aku juga. Aku menyukai segalanya tentang Yuuna-chan, dan aku sangat menyukai kalimat itu. Tidak peduli seberapa buruk situasinya, tidak peduli betapa tertekannya aku... Dia memberiku keberanian untuk bangkit kembali.”
Hari itu, ketika aku mengurung diri di kamarku, aku diliputi oleh keputusasaan. Kata-katanya menghiburku. Bagiku, kata-katanya sangat, sangat berharga.
Melihatku seperti itu, Watanae-san terkikik.
“Karena kau mengatakan kalau adalah adalah seorang penggemar, itu sebabnya aku memberimu sedikit layanan untuk penggemar. Aku harus segera pulang, jadi…”
Sedikit demi sedikit, ekspresi Watanae-san menjadi suram. Ketika aku melihat wajahnya, aku langsung tahu bagaimana perasaannya.
“Kau benar. Di jaman seperti ini... masih aja ada perjodohan yang diputuskan oleh orang tua.”
“Ya. Tapi, rasanya menyenangkan ngobrol denganmu, Sakata-kun.”
“Aku juga senang ngobrol denganmu… Tapi, terkait pernikahan ini…”
Memang benar, dia adalah yang paling dekat dengan Yuuna-chan di dunia, tapi...
Pada akhirnya, dia bukanlah Yuuna-chan, dia adalah Watanae Yuuka. Pengisi suara bukanlah karakter 2D… Mereka adalah manusia 3D.
Karena perceraian orang tuaku, aku bahkan tidak bisa membayangkan diriku menikahi siapa pun. Karena peristiwa menyakitkan di masa lalu, aku takut jatuh cinta dengan gadis 3D, di mana aku tidak memiliki panduan atau buku strategi untuk membantuku.
Tidak mungkin bagiku untuk menikahinya.
Watanae-san adalah orang yang sangat baik. Aku tahu hal ini dari percakapan yang kami lakukan. Itu sebabnya, aku ingin dia mencari orang yang lebih baik dan bisa bahagia...
“Satu hal lagi sebelum kau pergi. Terima kasih telah melahirkan Yuuna-chan. Kau benar-benar telah menyelamatkan hidupku.”
“Tidakkah kau terlalu melebih-lebihkannya...?”
“Itu tidak berlebihan. Aku mencintai Yuuna-chan dengan sepenuh hati. Aku melihat fotonya berkali-kali setiap hari untuk menghiburku, dan aku bahkan tidak tahu berapa banyak surat penggemar yang telah kukirimkan.”
Saat aku mengatakan ini, aku secara tidak sengaja memiliki senyum canggung di wajahku. Lagipula, sebagai pengisi suara dari karakter tersebut, dia mungkin akan merasa jijik dan takut.
Inilah mengapa aku takut berkomunikasi dengan gadis 3D. Karena aku mungkin akan dengan santai mengatakan sesuatu yang dapat menyakiti mereka.
“...Surat penggemar itu membuatku sangat bahagia, tahu?”
Tapi, bertentangan dengan kerisauanku, Watanae-san memiliki pandangan yang jauh di matanya. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan amplop merah muda yang sebelumnya kubantu mengambilkannya dari pohon.
Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke surat itu dan tersenyum malu-malu.
“Surat yang kau bantu ambilkan sebelumnya… Ini dari salah satu penggemar terbesar Yuuna. Ini surat yang sangat penting bagiku. Orang ini telah mengirimiku begitu banyak surat berkali-kali. Berkat itu, aku selalu bisa terus banyak tersenyum.”
“Begitu ya… jadi itu sebabnya kau bekerja sangat keras…”
Sekarang adalah zamannya Internet. Kebanyakan orang hanya akan mengirim email, dan orang yang masih menulis surat… mungkin adalah orang-orang kuno.
Aku tidak tahu siapa orang ini, tapi aku merasa aku dapat bergaul dengannya.
“Ngomong-ngomong Sakata-kun. Apa nama pena yang kau gunakan?” Watanae-san menatapku dengan mata berbinar. “Jika kau mengirimiku surat penggemar, maka kau pasti menggunakan email, kan? Sekalipun ada banyak orang yang mengirimiku surat penggemar, aku selalu mengingat nama setiap orang, karena semua penggemarku sangatlah penting dan berharga!”
“Ah… T-tidak… Tapi aku tidak menggunakan email…”
Dikalahkan oleh kegembiraan Watanae-san, aku dengan gugup memberi tahu dia nama penaku.
“Nama penaku adalah [Malaikat Maut Jatuh Cinta]. Aku selalu mengirimkan surat karena aku merasa email tidak benar-benar bisa menyampaikan perasaanku.”
“[Malaikat Maut Jatuh Cinta]!?”
Mata bulat Watanae-san semakin lebar. Pada saat itu, amplop di tangannya berkibar ke lantai.
Dan di surat itu, aku bisa melihat dengan jelas siapa nama pengirimnya.
『Malaikat Maut Jatuh Cinta』
Tidak salah lagi… itu adalah aku.